DaerahPesisir Barat

Masyarakat Pekon Way Jambu Tuntut Tambak Udang Johan Farm Tutup Semua Aktivitas

PESISIR BARAT (TurasTV.com) – Ratusan masyarakat Pekon Way Jambu menggelar aksi damai didepan gerbang Tambak Udang Johan Farm yang berada di Pemangku Kuta Khaja Pekon setempat.

Masyarakat marah dan protes karena selama tambak udang beroperasi diduga sebagai penyebab utama terjadinya pencemaran lingkungan, dan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Fenomena tersebut dirasakan warga sejak adanya tambak udang yang dikelola sebuah perusahaan PT. Johan Farm tersebut.

Massa menggelar spanduk dan poster berisi penolakan dan meminta tambak udang harus ditutup dengan pembubuhan tanda tangan pada sepanduk yang dibentangkan.

Koordinator aksi Bangsawan Utomo, S.Pd mengatakan, selain mencemarkan lingkungan, keberadaan tambak udang di Pekon Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan juga diduga melanggar Perda RT/RW Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Barat tentang Zonasi Wisata dan Zonasi Industri.

‚ÄúSelama ini pihak tambak udang mengambil air dari laut dan membuang limbah ke laut, sehingga mengakibatkan pencemaran dan mengganggu aktivitas nelayan tradisional Pekon kami, sekali lagi kami minta tambak udang Johan Farm ditutup, lebih banyak mudhorot ketimbang manfaatnya pada masyarakat Pekon Way Jambu, “Paparnya.

Setelah melakukan aksi damai pihak tambak udang Johan Farm mempersilahkan perwakilan masyarakat sebanyak 6 (Enam) orang untuk bermediasi, namun setelah dilakukan negosiasi yang alot, kedua belah pihak tidak menemui kata sepakat.

“Mediasi tidak ada titik temunya, permintaan kami tidak bisa dipenuhi, dan kami masyarakat Pekon Way Jambu berencana akan melakukan aksi damai kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak, kemudian akses jalan menuju tambak udang Johan Farm juga rencananya akan kami blokade, “Tegas Bangsawan Utomo.

Arfiyani selaku pengelola tambak udang Johan Farm mengatakan, akan berupaya melakukan mediasi kembali untuk mencari solusi yang baik.

“Atas permintaan masyarakat Pekon Way Jambu, akan kami upayakan ada mediasi kembali untuk mencari titik temu atas permasalahan ini, “Jelasnya. (Edo/tim).

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button