
Pringsewu – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pringsewu mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang menimbulkan korban jiwa dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob saat polisi membubarkan massa.
Ketua Umum HMI Cabang Pringsewu menilai insiden ini menjadi catatan kelam demokrasi Indonesia dan menunjukkan kegagalan aparat dalam melindungi rakyat.
“Polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan pembunuh rakyat. Reformasi Polri sudah sangat mendesak untuk mengakhiri budaya kekerasan yang terus mengorbankan nyawa rakyat,” tegas pernyataan resmi HMI Cabang Pringsewu.

Desakan HMI Cabang Pringsewu :
- Mengecam tindakan brutal aparat yang dinilai telah meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap institusi Polri.
- Mendesak negara mengusut tuntas tragedi serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarga.
- Mengingatkan DPR RI dan negara agar tidak menutup mata, serta segera mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.
- Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan hanya kepentingan pribadi.
- Memberi peringatan keras kepada negara, bahwa pembiaran atas tindakan represif hanya akan memicu kemarahan rakyat yang lebih besar.
HMI Cabang Pringsewu juga berharap peristiwa brutal seperti ini tidak kembali terulang. Rakyat, menurut HMI, hanya ingin menyampaikan aspirasi dan seharusnya dilindungi, bukan menjadi korban.
“Kami akan berdiri bersama rakyat. Tragedi ini harus menjadi momentum peringatan keras bagi semua pihak, agar negara kembali pada amanat keadilan dan demokrasi,” tegas HMI Cabang Pringsewu. (Zae)










