Kohati Menjembatani Kepentingan Perempuan dan Kebangsaan
oleh Revica Novriani
Ketua Umum Kohati Cabang Pringsewu.
Peran perempuan dalam pembangunan bangsa adalah sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan. Sejarah telah mencatat bagaimana kontribusi kaum perempuan, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini, selalu menjadi pilar penting bagi kemajuan Indonesia. Dalam konteks ini, Korps HMI-Wati (Kohati) hadir sebagai organisasi mahasiswa yang secara spesifik mengemban amanah untuk mengawal dan mengembangkan potensi perempuan muslimah, sekaligus menyelaraskan perannya dengan cita-cita kebangsaan. Kohati bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan jembatan krusial yang menghubungkan aspirasi perempuan dengan agenda besar pembangunan nasional.
Dalam menghadapi berbagai tantangan, Kohati memiliki peran strategis dalam menyeimbangkan antara hak-hak spesifik perempuan dan kepentingan kolektif bangsa. Di satu sisi, Kohati berkomitmen memperjuangkan isu-isu kesetaraan gender, menolak diskriminasi, dan mendorong partisipasi aktif perempuan di segala lini kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga politik.
Kami meyakini bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang individu, melainkan investasi penting bagi kemajuan peradaban. Perempuan yang cerdas, berdaya, dan mandiri akan melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkontribusi nyata bagi negara.
Di sisi lain, Kohati juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Sejak awal pembentukannya, Kohati tak pernah lepas dari semangat keindonesiaan. Setiap kader Kohati dididik untuk memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, memahami Pancasila sebagai ideologi negara, serta menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. Pendidikan karakter kebangsaan ini menjadi pondasi penting agar setiap perjuangan Kohati untuk perempuan tidak pernah lepas dari koridor kepentingan nasional. Ini bukan sekadar retorika, melainkan implementasi nyata bagaimana nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dapat berjalan beriringan.
Salah satu implementasi nyata peran Kohati dalam menjembatani kedua kepentingan ini adalah melalui program-program kerja yang inovatif. Misalnya, kami mengadakan pelatihan kepemimpinan perempuan yang tidak hanya membekali soft skill, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Kohati juga aktif dalam berbagai advokasi kebijakan publik yang pro-perempuan, namun tetap mempertimbangkan dampak luasnya bagi stabilitas dan kemajuan daerah maupun nasional. Di tengah isu-isu intoleransi dan perpecahan, Kohati menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian, persatuan, dan semangat gotong royong, yang semuanya merupakan cerminan dari identitas kebangsaan kita.
Maka, Kohati bukan hanya tentang perempuan, dan bukan pula sekadar tentang kebangsaan secara terpisah. Kohati adalah representasi bagaimana kedua elemen vital ini dapat disatukan dalam sebuah gerakan yang holistik dan progresif. Dengan terus menguatkan kapasitas kader, memperluas jaringan, dan beradaptasi dengan dinamika zaman, Kohati akan terus menjadi jembatan kokoh yang mengantarkan aspirasi perempuan menuju terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan beradab. Perjuangan Kohati adalah perjuangan untuk masa depan bangsa.










