TNI Minta Warga Tak Bermukim di TNBBS Usai Harimau Serang Manusia

Sabtu, 25 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tirastv.com,-

Lampung Barat,- Kodim 0422 Lampung Barat meminta warga yang masih tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) untuk segera keluar dari area tersebut. TNI menilai konflik satwa liar terjadi akibat banyak masyarakat yang menggarap kebun di dalam kawasan hutan.

Dandim 0422 Lampung Barat Letkol Rinto Wijaya menegaskan masyarakat untuk segera meninggalkan kawasan hutan TNBBS. Sebab, wilayah tersebut merupakan daerah konservasi satwa-satwa dilindungi.

“Di sana adalah daerah konservasi satwa-satwa liar yang dilindungi. Kita ketahui harimau cukup banyak di wilayah Lampung Barat,” tegas Rinto, Kamis (23/1/2025).

Menurut Rinto, harimau kerap berkeliling di kawasan hutan untuk mencari mangsa. Sayangnya, hewan-hewan makanan harimau itu semakin sedikit karena diburu manusia.

“Masyarakat yang berkebun juga tidak menjaga makanan dari harimau itu sendiri sehingga harimau tidak mendapatkan asupan makanan hewan-hewan lainnya. Karena makanan satwa ini diambil oleh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Rinto pun meminta masyarakat agar lebih bijak ketika memanfaatkan sumber daya dalam hutan, utamanya hewan. Diharapkan masyarakat berhenti melakukan perburuan liar.

“Sehingga, langkah berikutnya kami mengimbau masyarakat di kebun milik TNBBS dan tidak melakukan perburuan liar hewan-hewan lainnya yang menjadi mangsa harimau dan segera meninggalkan wilayah kawasan,” ucapnya.

TNI akan melibatkan banyak pihak dalam upaya berkomunikasi dengan masyarakat untuk tidak lagi tinggal di dalam kawasan hutan lindung.

“Dan ini juga kami sudah berkolaborasi dengan pihak TNBBS dan kepolisian dalam hal ini Polres Lampung Barat untuk proses tersebut,” pungkasnya.

red-si

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Pemerintah Pekon Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap tiga tahun 2024 ke pada 29 KPM

Berita Terkait

Usai Santap MBG, Sejumlah Siswa dan Warga Batu Ketulis Keluhkan Diare, Dugaan Keracunan Masih Tunggu Hasil Lab
Proyek Revitalisasi SDN 1 Luas Disorot, Diduga Minim Informasi Proyek dan K3
Abu Vulkanik Mengancam Kesehatan, Irfan Fajri Himbau Warga Wajib Pakai Masker
Kembali Mengharumkan Nama Daerah Lam-Bar Sabet Juara Kabupaten Terkreatif di Lampung Tapis Karnaval 2026
Keterbukaan Informasi Menjadi Kunci, Investasi, Lingkungan, dan Kepentingan Masyarakat Harus Berjalan Beriringan
Viral Soal Hak Liputan Di PT Star Energy Geothermal, Riyan Aktivis Lambar Berikan Komentar
Kejari Lampung Barat Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara Inkracht, Kasus Narkotika Masih Mendominasi
Diduga Belum Kantongi Izin Lingkungan dan PBG, Pembangunan SPPG Sekincau 3 Tuai Penolakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:52

Usai Santap MBG, Sejumlah Siswa dan Warga Batu Ketulis Keluhkan Diare, Dugaan Keracunan Masih Tunggu Hasil Lab

Kamis, 17 September 2026 - 08:38

Proyek Revitalisasi SDN 1 Luas Disorot, Diduga Minim Informasi Proyek dan K3

Minggu, 6 September 2026 - 05:11

Abu Vulkanik Mengancam Kesehatan, Irfan Fajri Himbau Warga Wajib Pakai Masker

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:24

Kembali Mengharumkan Nama Daerah Lam-Bar Sabet Juara Kabupaten Terkreatif di Lampung Tapis Karnaval 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:55

Keterbukaan Informasi Menjadi Kunci, Investasi, Lingkungan, dan Kepentingan Masyarakat Harus Berjalan Beriringan

Berita Terbaru