PESISIR BARAT (TirasTV.com) – Sejumlah calon peserta tes kesehatan jiwa untuk syarat pengangkatan PPPK tahun 2024 oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung yang turun lapangan di Kabupaten Pesisir Barat terjadi aksi saling dorong yang diduga karena kurang profesional dalam kepanitiaan yang melaksanakan kegiatan tersebut.
Suasana desak-desakan hingga dorong-dorongan pun tidak terhindarkan antara peserta tes dan pihak penyelenggara.
Kita ini bukan pengemis bantuan, atau antri sembako, kenapa kita tidak dipasilitasi dengan baik pada saat tes, padahal kita kan bayar,” ucap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Seharusnya pihak kepanitiaan profesional dong, bukan mau uangnya saja, jumlah peserta yang tidak sedikit kenapa tidak disesuaikan dengan kapasitas tempat yang ada, ini kesannya jauh dari kata profesional.
Padahal harapan kita para peserta, tes di Kabupaten sendiri akan memperingan mulai dari biaya dan waktu, tapi kalau begini sama saja bahkan lebih susah dibanding kita datang langsung ke RSJ Lampung.
Kami berharap kedepan bisa lebih baik lagi dalam pelayanan, jangan malah menyulitkan para peserta saja, katanya ada kerjasama antara Pemda Pesibar dan RSJ Lampung, artinya wajib profesional dong, kan duitnya pasti ada juga pos pembagiannya, peserta kan bayar tidak tes secara gratis, jadi wajib memperoleh keamanan dan kenyamanan dalam semua hal, “Harapnya.
Ditempat terpisah Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat Risman Arif juga menilai pelaksanaan tes kesehatan oleh RSJ Lampung di Pesisir Barat kurang fropesional dan terkesan seakan -akan hanya formalitas saja.
“Iya sangat disayangkan saat tes kesehatan jiwa yang akan digunakan oleh peserta untuk persyaratan pengangkatan PPPK Kabupaten Pesisir Barat yang dilaksanakan oleh RSJ Lampung harus rela berdesak-desakan, kasian bagi yang sudah lanjut usia dan ibu hamil, jelas kita lihat jajaran panitia dan pihak terkait tidak fropesional dalam bekerja.(Mustopa)










