PESISIR BARAT (TirasTV.com) – Dana BOS adalah program yang diusung Pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan pembelajaran dengan lebih optimal.

Dana tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pelaporan penggunaan Dana BOS dilakukan secara daring atau online di laman kemdikbud.go.id, dan pelaporan menjadi syarat penyaluran dana BOS.
Sedangkan untuk jumlah dana yang di berikan untuk satuan sidik dihitung berdasarkan jumlah peserta didik yang tercatat di Dapodik yang dikalikan dengan satuan biaya per masing-masing tingkat pendidikan.
Namun kenyataan jauh pangang dari pada api, pasalnya masih banyak kita temui oknum guru yang masih berani meminta sejumlah uang dari siswa-siswinya tanpa ada musyawarah kepada komite sekolah atau walimurid, Minggu, (12/03/23).
Seperti yang di temukan tim jurnalis dan lembaga aliansai indonesia di SMAN 1 Pesisir Selatan yang beralamat di Jln. Kapten Yazid Aziz, pekon biha satu oknum guru agama berinisial DN dengan terang-terangan meminta iuran kepada siswa-siswinya.
Menurut keterangan narasumber kami yang engan di sebutkan namanya salah satu guru agama yang bertugas di SMAN 1 Pesisir selatan meminta uang Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) kepada seluruh siswanya untuk membeli tangii air sekolahan.
“Kami juga heran pak kok kami masih dipinta iuran lagi, sedangkan kami sudah bayar SPP/bulannya, kok sekarang kami harus nambah uang Rp 10.000 untuk beli tangki air bukan kah hal yang kayak gitu sudah di tanggung pemerintah tambah lagi kami bayar Spp Rp105000/ bulan nya”keluhnya.
Saat dikonfirmasi melalui via telepon whatshap oknum guru agama beranisial DN membantah bahwa beliu tidak melakukan pungutan atau pungli tetapi beliau cuma meminta infak sodakoh kepada siswa untuk memenuhi fasilitas masjid yang ada di sekolahan SMAN 1 Pesisir selatan.
“Insya Allah tidak ada pungli, mungkin siswa salah memahami informasi dan cara penyampaian Kepada orang tua mereka tidak pas pak, yang ada adalah kami menggerakkan sumbangan/infak sukarela tanpa paksaan, peruntukannya memang untuk optimalisasi kegiatan ibadah di sekolah, tujuaannya adalah untuk mendidik siswa kami untuk rajin bersedekah dan melaksanakan ibadah dengan nyaman di fasiltas ibadah yg ada disekolah,” kilahnya.
Lanjut DN, jika ada siswa yang keberatan atau tidak ikut berinfak, tidak ada resiko apapun untuk siswa yang tidak ikut berinfaq, intinya kami ingin berlomba dalam kebaikan.
Di tempat terpisah tim jurnalis berama dengan lembaga aliansi mencoba menghubungi kepala sekolah SMAN 1 Pesisir Selatan melalui tlp via whatsap
Menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait biaya yang di minta oleh oknum gunru agama itu.
“Saya belum tau kalau guru-guru kami di sekolahan SMAN 1 Pesisir Selatan ini meminta uang iuran terhadap siswa siswi karna saya tidak pernah memerintah guru mana pun untuk minta sumbangan kepada siswa siswi, kalaupun benar saya akan langsung memberikan teguran baik lisan atau pun sanksi agar memberikan efek jera terhadap oknum guru yang mencoba mecoreng nama baik sekolahan, tegas kepsek. (Yopi)










