PESISIR BARAT (tirasTV.com) – Pembangunan jembatan yang terletak di Jalan Lintas Barat Pemangku Way Nipah Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat mendapat sorotan dari masyarakat, pasalnya dalam pengerjaannya diduga tidak mengutamakan mutu.
Rudi Suwardi salah satu masyarakat Pesisir Selatan melihat proses pengecoran jembatan tidak mengutamakan mutu, terlihat dari tahapan pengecoran yang tidak berlangsung sampai selesai, adanya jeda yang lama, maka diperkirakan merusak mutu dari konstruksi itu sendiri.
“Kami melihat adanya kesalahan pada proses pengecoran jembatan, kalau ada jeda yang lama maka antara coran lama dengan coran yang baru tidak akan saling mengikat, semen itu kalau sudah keras apapun dalihnya tidak akan menyatu lagi dengan yang baru, sepengetahuan kita tidak boleh diputus, sebab akan mengurangi kekuatan, walaupun kualitas adukan tertingi seperti K100, K125, K150, K200, K175, namun jika pengecoran nya disambung tetap kekuatan struktur bangunan nya pasti jauh berkurang,
Kemudian besi yang harus digunakan untuk pengecoran jembatan biasanya menggunakan besi ulir dan jarak besi harus sesuai standar aturan, jika besi dan jarak ukuranya kurang, maka kualitas struktur bangunannya juga akan berkurang, kita hanya masyarakat yang bisa mengomentari sebatas yang terlihat saja, untuk detailnya konsultan dan bagian penting pada proyek tersebut yang bisa menjelaskan secara rinci, “Paparnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak konsultan atau petinggi proyek yang bisa dikonfirmasi, namun pada berita sebelumnya (18/7), Devi selaku petugas lapangan yang stanby dilokasi proyek mengatakan semua yang dikerjakan sudah berdasarkan standar dan RAB dari konsultan. (Yopi/Indra/Chandra).










