Bandung Barat (TirasTV.com) – Bencana alam berupa longsoran tanah disertai banjir bandang melanda Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih terlelap. Menurut keterangan Wahyu, salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, sebelum bencana terjadi sempat terdengar suara gemuruh keras dari arah perbukitan.
“Awalnya terdengar suara seperti guruh, lama dan keras. Setelah dicek, ternyata tanah dari atas sudah longsor dan air ikut turun dengan deras,” ujar Wahyu.
Longsoran tanah tersebut bergerak dari titik awal di Kampung Pasir Kuning dan melaju hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, menghantam permukiman warga yang berada di jalur aliran material longsoran dan banjir bandang.
Puluhan Rumah Tertimbun, Ratusan Warga Jadi Korban
Akibat bencana tersebut, sekitar 30 unit rumah warga dilaporkan tertimbun material longsoran. Selain kerusakan fisik, bencana ini juga menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun hingga laporan ini dibuat, jumlah korban tercatat sebagai berikut:
- Korban hilang/terdaftar: ± 114 orang
- Korban ditemukan selamat: 21 orang
- Korban meninggal dunia (MD): 4 orang
- Korban yang masih dalam pencarian: ± 89 orang
Proses Pencarian Masih Berlangsung
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Medan yang berat, kondisi tanah labil, serta cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penyelamatan.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi area rawan longsor, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Bencana ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah perbukitan, khususnya saat intensitas hujan meningkat. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah tanggap darurat serta penanganan lanjutan bagi para korban terdampak. (Koswara).










